Showing posts with label puasa. Show all posts
Showing posts with label puasa. Show all posts

Tuesday, 15 October 2024

Puasa Ayyamul Bidh

Ikut membagikan poster, artikel ini dengan ikhlas insyaa Allah dapat pahala.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” 

(HR. Muslim no. 1893)

Puasa Ayyamul Bidh memiliki banyak keutamaan, di antaranya: 

1. Pahala setara puasa sepanjang tahun: Dalam Islam, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya hingga 10 kali lipat. Oleh karena itu, puasa Ayyamul Bidh yang dilakukan setiap bulan setara dengan puasa sepanjang tahun. 

2. Menghapus dosa-dosa kecil: Puasa Ayyamul Bidh dapat menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa kecil. 

3. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah ta'ala: Puasa Ayyamul Bidh dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah ta'ala 

4. Menjalankan ajaran Rasulullah: Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wasallam

4. Meningkatkan kesehatan tubuh: Puasa Ayyamul Bidh dapat membuat tubuh lebih sehat. Puasa dapat membantu membuang racun dari tubuh, mengurangi lemak, dan meningkatkan sistem imunitas. 

* Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Qamariyah. Puasa ini disebut juga dengan puasa hari-hari putih karena bertepatan dengan terang bulan.

Wednesday, 5 August 2020

Ternyata Puasa Itu Luar Biasa


Yulian Purnama, S.Kom. 26 Mei 2017

*Jangan Mengeluh, Puasa Itu Luar Biasa*

Menjelang bulan Ramadhan, sebagian kaum Muslimin banyak yang kurang semangat menyambutnya. Karena mereka menganggap bahwa ibadah puasa adalah beban berat dan kesulitan. Padahal nyatanya ibadah puasa itu adalah ibadah yang agung dan luar biasa. Andaikan mereka mengetahui betapa agung dan luar biasanya ibadah puasa, niscaya mereka akan menyambut Ramadhan dengan suka cita.

*Puasa Ramadhan Adalah Salah Satu Rukun Islam*

Puasa Ramadhan hukumnya wajib berdasarkan firman Allah Ta’ala,

يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصّيَام كما كُتب على الذين من قبلكم لعلّكم تتّقون

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertaqwa” (QS. Al Baqarah: 183).

Dan juga karena puasa ramadhan adalah salah dari rukun Islam yang lima. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

بُنِي الإسلامُ على خمسٍ : شَهادةِ أن لا إلهَ إلا اللهُ وأنَّ محمدًا رسولُ اللهِ ، وإقامِ الصلاةِ ، وإيتاءِ الزكاةِ ، والحجِّ ، وصومِ رمضانَ

“Islam dibangun di atas lima rukun: syahadat laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan” (HR. Bukhari no. 8, 4515  – Muslim no. 16).

*Puasa Adalah Ibadah yang Tidak Ada Tandingannya*

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda kepada Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu’anhu,

عليك بالهجرةِ فإنَّه لا مثلَ لها ، عليك بالصَّومِ فإنَّه لا مثلَ له ، عليك بالسُّجودِ ، فإنَّك لا تسجُدُ للهِ سجدةً إلا رفعك اللهُ بها درجةً ، وحطَّ عنك بها خطيئةً

“Hendaknya engkau hijrah, karena ia ibadah yang tidak ada tandingannya, hendaknya engkau berpuasa karena puasa itu ibadah yang tidak ada tandingannya, hendaknya engkau bersujud karena tidaklah engkau sujud sekali melainkan Allah tinggikan derajatmu satu derajat dan menghapus satu dosamu” (HR. An Nasa-i no. 2220. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa-i).

*Allah Ta’ala Menyandarkan Puasa kepada Diri-Nya*

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

يقولُ اللهُ عزَّ وجلَّ كلُّ عمَلِ ابنِ آدمَ له إلا الصيامَ فهو لِي وأنا أجزِي بِهِ

“Allah ‘azza wa jalla berfirman: setiap amalan manusia itu bagi dirinya, kecuali puasa. Karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalas pahalanya” (HR. Bukhari no. 1904 , Muslim no. 1151).

*Puasa Menggabungkan Tiga Jenis Kesabaran*

Sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi hal yang dilarang Allah dan sabar terhadap takdir Allah. Dan semua ini ada dalam ibadah puasa. Padahal pahala kesabaran itu tidak terbatas. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu diganjar pahala oleh Allah tanpa batasan” (QS. Az Zumar: 10).

*Puasa Akan Memberikan Syafaat Di Hari Kiamat*

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

الصِّيامُ والقرآنُ يشفعان للعبدِ يومَ القيامةِ يقولُ الصِّيامُ أيْ ربِّ منعتُه الطَّعامَ والشَّهوةَ فشفِّعني فيه ويقولُ القرآنُ منعتُه النَّومَ باللَّيلِ فشفِّعني فيه قال فيشفعان

“Puasa dan Al-Qur’an, keduanya akan memberi syafaat kelak di hari kiamat. Puasa berkata: ‘Ya Rabb, aku menahannya makan dan menyalurkan syahwatnya, maka izinkanlah aku memberi syafaat padanya’. Al Qur’an berkata: ‘Ya Rabb, aku menahannya dari tidur di malam hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat padanya’. Allah berfirman: ‘jika demikian berilah ia syafa’at’” (HR. Ahmad 10/118. Ahmad Syakir dalam Ta’liq-nya terhadap Musnad Ahmad menyatakan bahwa sanadnya shahih).

*Orang Yang Berpuasa Akan Diganjar dengan Ampunan dan Pahala Yang Besar*

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS. Al Ahzab: 35).

*Puasa Adalah Perisai dari Api Neraka*

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

الصيامُ جُنَّةٌ

“Puasa adalah perisai” (HR. Bukhari no. 1894 , Muslim no. 1151).

*Puasa Adalah Sebab Masuk Ke Dalam Surga*

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

في الجنة ثمانيةُ أبْوابٍ ، فيها بابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ ، لا يدخلُهُ إلا الصَّائِمُونَ

“Di surga ada delapan pintu, di antaranya ada pintu yang dinamakan Ar Rayyan. Tidak ada yang bisa memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa” (HR. Bukhari no. 3257).

*Bau Mulut Orang yang Berpuasa Wangi Di Sisi Allah, dan Ia Mendapatkan Dua Kebahagiaan*

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

والذي نفسُ محمدٍ بيدهِ لَخَلوفِ فمِ الصائمِ أطيبُ عندَ اللهِ من ريحِِ المسكِ ,للصائمِ فَرْحتانِ يفرَحْهُما إذا أَفطرَ فَرِحَ ، وإذا لقي ربَّه فَرِحَ بصومِهِ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah itu lebih wangi daripada misik. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu Rabb-Nya” (HR. Bukhari no. 1904, Muslim no. 1151).

*Puasa Digabungkan dengan Sedekah dan Shalat Malam Sama dengan Jaminan Surga*

Dikabarkan dalam sebuah hadits,

كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال عز و جل : إلا الصيام فإنه لي و أنا الذي أجزي به

“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya‘” (HR. Muslim no.1151).

Dan sedekah, telah kita ketahui keutamaannya. Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, teladan terbaik bagi kita, beliau adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau lebih dahsyat lagi di bulan Ramadhan. Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus” (HR. Bukhari, no.6).

Kemudian shalat malam, juga merupakan ibadah yang agung, jika didirikan di bulan Ramadhan dapat menjadi penghapus dosa-dosa yang telah lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه

“Orang yang shalat malam karena iman dan mengharap pahala akan diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari no.37, 2009, Muslim, no. 759).

Ketiga amalan yang agung ini terkumpul di bulan Ramadhan dan jika semuanya dikerjakan balasannya adalah jaminan surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إن في الجنة غرفا يرى ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها أعدها الله لمن ألان الكلام وأطعم الطعام وتابع الصيام وصلى بالليل والناس نيام

“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur” (HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946).

Maka pembaca sekalian, ternyata puasa itu ibadah yang luar biasa. Bergembiralah kita ketika akan melaksanakannya dan hasung diri kita untuk bisa bersungguh-sungguh melaksanakannya dengan baik. Semoga kita bisa meraih keutamaan-keutamaan yang ada pada ibadah yang agung ini.

Semoga Allah memberi taufik.

Penyusun: Yulian Purnama

https://muslim.or.id/30035-ternyata-puasa-itu-luar-biasa.html


Monday, 18 May 2020

SIAPAKAH ORANG YANG PALING PANJANG LAPARNYA PADA HARI KIAMAT..?


Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فإن أكثر الناس شبعاً في الدنيا أطولهم جوعاً يوم القيامة

“Sesungguhnya orang yang paling banyak kenyangnya di dunia adalah orang yang paling panjang laparnya pada hari kiamat.”
(HR Ath Thabrani dan dishahihkan oleh syaikh Al Bani dalam silsilah shahihah no 343. Tadinya beliau mendhoifkannya).

🌴🌴🌴
Alhamdulillah.. semoga puasa ramadhan ini mengurangi kelaparan nanti pada hari kiamat…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

=======🌴🌴🌴🌴🌴=======

Thursday, 7 May 2020

PUASA PERUT, TAPI TIDAK PUASA MULUT


Sobat, hari hari ini anda sedang menjalankan puasa, yaitu menahan diri dari makan dan minum, itu wajar, orang lain juga demikian, alias ndak hebat.

Yang hebat tuh, jika selain menahan perut dari makan dan minum, anda juga berhasil menahan mulut anda dari kata kata keji, umpatan, hardikan dan kotor.

🌴🌴🌴
Betapa banyak orang yang ketika mulutnya terhalang dari makanan dan minuman ia menggantinya dengan makian dan sumpah serapah. Rasa lapar dan dahaga ternyata sering kali menyebabkan sebagian orang kalap, sehingga mudah mengucapkan umpatan, kata kata keji atau kotor, alias emosinya kacau atau yang disebut dengan bad mood.

Sobat camkan baik-baik, makan dan minum itu semula halal, namun dengan berpuasa anda diwajibkan menahannya, tentu umpatan, makian, kata-kata keji yang sedari awal haram, lebih layak untuk anda tahan mulut anda darinya.
Jangan hanya berjuang menahan mulut anda agar tidak dimasuki oleh makan dan minum, namun anda lupa untuk menahan mulut anda dari umpatan, dan kata kata keji.

🌴🌴🌴
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ يَوْمَئِذٍ وَلاَ يَسْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ

Puasa itu bagaikan perisai, karenanya bila engkau sedang berpuasa, maka janganlah engkau berkata keji, dan jangan pula berteriak-teriak. Bila ada orang yang memakimu atau memusuhimu, maka inspirasilah dirimu dan juga ingatkan dia dengan berkata : “Sesungguhnya saya sedang berpuasa”. (Bukhari dan Muslim)

🌴🌴🌴
Selamat menjalankan ibadah puasa semoga benar benar menjadi orang yang bertaqwa.

DR. Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

========🌴🌴🌴🌴🌴========

Tuesday, 5 May 2020

KISAH SETEGUK AIR DI SAAT BERBUKA..!


Sobat! Setiap kali berbuka, air mineral atau yang sering disebut dengan air putih selalu terasa begitu istimewa bahkan paling menggoda hati anda.

Cleguk, cleguk, haaaah lega, rasa dahaga yang telah sekian jam seakan membakar kerongkongan anda, sekejap sirna.

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Setiap orang yang berpuasa itu pastilah merasakan dua kegirangan: kegirangan di saat ia berbuka puasa, dan kegirangan di saat ia menghadap kepada Tuhan-nya. (Bukhari dan Muslim)

🌴🌴🌴
Akan tetapi setelah malam mulai larut, maka seteko apalagi hanya seteguk air mineral kembali menjadi hal yang biasa, bahkan kembali anda memandangnya dengan sebelah mata anda.
Ternyata, puasa mampu memaksa anda menyadari arti air minum. Kenikmatan yang sering anda lupakan, dan al hamdulillah dengan berpuasa anda kembali menyadarinya.

🌴🌴🌴
Sobat, coba anda renungkan sesaat, ternyata selama ini banyak kenikmatan yang belum mampu anda sadari kehadirannya. Andai anda mengalami kondisi serupa di saat berpuasa, tertahan dari menikmati hal hal tersebut, niscaya anda terpaksa menyadarinya.

🌴🌴🌴
Udara segar, mata sehat, denyut nadi yang terus berjalan tiada henti, pendengaran, lisan anda, dan masih banyak lagi, betapa sering anda lupakan kehadirannya sebagai nikmat dan karunia ilahi. Haruskah Allah Ta’ala menghalangi anda dari kenikmatan kenikmatan tersebut agar anda dapat menyadari kehadirannya?

🌴🌴🌴
Semoga ibadah puasa cukup sebagai teguran bagi anda agar segera bertobat dan menyadari segala kenikmatan yang telah Allah karuniakan kepada anda, jangan sampai anda terlambat menyadarinya. Anda terus hanyut dalam kelalain hingga semuanya hilang atau minimal sejenak Allah menahannya dari anda.

🌴🌴🌴
Ya Allah ampunilah dosa dosa hamba-Mu ini yang telah lalai dari sekian banyak kenikmatan yang telah Engkau karuniakan kepada hamba.

DR. Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى


=======🌴🌴🌴🌴🌴=======

Monday, 27 April 2020

HATI- HATI BUDAYA KULINER


Kuliner istilah baru. Ia pun baru sebagai sebuah kebiasaan masyarakat. Sehingga bertaburan pojok-pojok jajanan hingga cafe tempat hang out dengan teman-teman dan keluarga.

📌 _Terus mengapa harus berhati-hati. Di mana masalahnya?_ 

Bukankah justru bisa menambah akrab anggota keluarga. Bahkan ajang pendekatan bagi ayah yang super sibuk dengan anak dan istri yang mulai merasa terdzhalimi karena tidak mendapatkan hak waktu mereka.

Saya jawab ya. 
Banyak manfaat yang bisa diambil oleh keluarga. 

Bukan hanya itu. Menghilangkan sekadar kejenuhan adalah hal yang penting. Karena rutinitas yang membosankan membuat suram suasana rumah.

Saya pun tidak melarang dan memang tidak boleh melarang sesuatu yang halal.

Tetapi saya di sini hanya mengingatkan bahaya kuliner jika dijadikan budaya. 

🍏 *Apa arti budaya di sini?*
Yaitu ketika anggota keluarga mewajibkannya. 

Ah… rasanya tidak ada keluarga yang mewajibkan.

Eh… tunggu dulu. 
Kalau dalam satu pekan wajib keluar untuk kuliner, atau ada anggota keluarga yang menuntut dan menganggapnya sebagai hak yang jika tidak terpenuhi merasa terdzhalimi haknya. 
Atau merasa ada untaian kebahagiaan yang putus jika kuliner tidak dijalankan. Atau seorang ayah yang merasa bersalah hingga perlu minta maaf ketika minggu itu tidak keluar kulineran.

📌 _Bukankah saat seperti ini keadaannya, kuliner telah menjadi wajib?_

Baiklah, apa masalahnya jika ia telah menjadi kebiasaan bahkan dirasa sebagai sebuah kewajiban. Bukankah manfaatnya begitu besar dan mahal bagi keluarga.

🍽 *Mari kita simak pola makan Nabi teladan kita bersama keluarganya.*

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ذَاتَ يَوْمٍ «يَا عَائِشَةُ، هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ؟» قَالَتْ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا عِنْدَنَا شَيْءٌ قَالَ: «فَإِنِّي صَائِمٌ»

Dari Aisyah Ummul Mu’minin radhiallahu anha berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku suatu hari,

_*“Hai Aisyah, apakah kamu punya sesuatu?”*_

Aisyah menjawab : *_Ya Rasulullah, kami tidak punya apapun._*

Rasul menjawab : *_“Kalau begitu, aku puasa.”_* 

*(HR. Muslim)*

➖ Ini bukan masalah kemiskinan atau kekurangan. Tapi ini masalah *menyederhanakan urusan makan dan minum.* 
Karena ini dilakukan juga oleh para sahabat lain. Sebagaimana yang disampaikan oleh Al Bukhari dalam salah satu judul babnya di dalam Kitabnya Shahih,

وَقَالَتْ أُمَّ الدَّرْدَاءِ: كَانَ أَبُو الدَّرْدَاءِ يَقُولُ: «عِنْدَكُمْ طَعَامٌ؟» فَإِنْ قُلْنَا: لاَ، قَالَ: «فَإِنِّي صَائِمٌ يَوْمِي هَذَا» وَفَعَلَهُ أَبُو طَلْحَةَ، وَأَبُو هُرَيْرَةَ، وَابْنُ عَبَّاسٍ، وَحُذَيْفَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ

Dan Ummu Darda’ berkata : Abu Darda’ berkata : *_Apakah kamu mempunyai makanan?_*

Jika kami jawab : Tidak ada, dia berkata : *_Kalau begitu aku puasa hari ini._*

Hal ini juga dilakukan oleh Abu Thalhah, Abu Hurairah, Ibnu Abbas dan Hudzaifah radhiallahu anhum.

Nah, ternyata ini merupakan kebiasaan yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarga para sahabat. Dan diterapkan dengan baik di rumah para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

🍏 *Apa hubungannya dengan budaya kuliner kita?*

Ada kekhawatiran. Kebiasaan kuliner yang nyaris dianggap kewajiban membuat pola makan dan minum kita menjadi rumit dan sulit. 

Karena orang yang berkuliner biasanya cenderung mencari yang baru dari makanan dan minuman. 
Bahkan bukan hanya menunya. Tetapi cara makan dan cara minumnya. 

Tak hanya itu, suasana pun termasuk yang dicari dan dikejar. Ketika makan di taman, pinggir kolam air sudah dianggap biasa, sebuah rumah makan menawarkan makan bersama singa.

Akhirnya, makanan dengan menu dan suasana _‘biasa’_ di rumah menjadi sulit dinikmati.

📌 _Bukankah orangtua sering kesulitan membangkitkan selera makan anak-anaknya?_

Orangtua sering tidak sadar bahwa salah satu sebabnya adalah *pola makan yang dibiasakan.* 

Kalau kebiasaan itu tidak dilakukan, maka anak ngambek tak mau makan.

Suatu pagi menjelang siang, saya melihat seorang anak yang usianya baru sekitar lima tahun. Dia terlihat marah. Duduk dengan wajah lesu dan kecewa. 

Saya mendekatinya dan bertanya ingin tahu apa yang tengah terjadi. Sambil menunjuk-nunjuk makanan di meja dia tumpahkan kemarahannya, 

*_“Nggak begitu makanannya. Harusnya roti, susu, nugget…._* (dia terus menyebut daftar menu).”

Saya pun merengkuhnya dan saya katakan, 

*_“Nak, kalau kamu tidak mau makan makanan yang sudah tersedia, ya sudah tidak usah kamu makan. Ditinggal saja tapi tidak usah dihina makanannya. Sebab Rasul dulu kalau tidak suka suatu makanan, tidak memakannya tapi tidak menghinanya.”_*

Begitulah dialog ringan saya dengan anak kecil itu.

Saya hanya khawatir, mengapa anak seusia itu terlihat begitu marahnya hanya karena masalah menu makanan.

📌   _Jangan-jangan ini bukan hanya masalah selera. Tetapi masalah budaya makan yang rumit karena kuliner.?_

Silahkan anda dan keluarga menikmati makanan dan minuman lezat. Tapi sudah waktunya kita membuat pola makan di keluarga kita sesederhana pola makan Rasulullah dan keluarganya.

*Nikmati yang ada.*

*Jika tak suka, tidak usah dimakan tapi tanpa menghinanya.*

Sederhana…

🍊🍊


🖊  Ustadz Budi Ashari, Lc. 
https://dyahpm.wordpress.com


*Oleh : Mutiara Risalah Islam*

>>>>>>>>🌺🌺<<<<<<<<

Sunday, 26 April 2020

ANDA BISA


Rasanya itu salah satu pesan yang dibisikkan ramadhan ke telinga kita sebelum ia berlalu…

Ramadhan telah membuka mata anda bahwa ANDA BISA berubah…
Bahwa anda punya talent untuk menjadi orang shalih…
Bahwa Anda memiliki berjuta kebaikan…
Dan anda dapat meninggalkan dosa dan maksiat…

🌴🌴🌴
Puasa anda, tidak merokoknya anda sampai terbenamnya matahari, shalat-shalat anda, tetesan air mata taubat anda, tahajjud dan berbagai catatan prestasi anda selama ramadhan adalah bukti bahwa menjadi sosok yang shalih bukanlah hanya mimpi dan angan, namun harapan yang berada persis di pelupuk mata anda.

🌴🌴🌴
Dengan taufiq ALLAH lalu apa yang telah anda lakukan di ramadhan, inilah saatnya meraih mimpi-mimpi indah keshalihan itu!!!

Mintalah pertolongan kepada ALLAH, lalu sempurnakan apa yang telah anda rajut dan jangan dicerai beraikan!!!


🌴🌴🌴
ALLAH berfirman dalam surat An Nahl ayat 92:

‏﴿٩٢﴾ وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّتِى نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكٰثًا …

Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan benang yang sudah dipintalnya dengan kuat, sehingga menjadi cerai berai kembali…

 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc,  حفظه الله تعالى

=======🌴🌴🌴🌴🌴=======

Thursday, 23 April 2020

TENTANG IMSAK YANG BENAR

🔩⛓ *IMSAK ‼*❓🌕 


                                                                                              Kata orang, "Imsak itu untuk kehati-hatian saja..
Agar tidak bersahur ketika fajar menyingsing..
Apa betul alasan itu?..
Coba perhatikan hadits ini :
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda..
                          
إذا سمعتم النداء والكأس على يد أحدكم فلا يضعه

حتى يقضيه منه

*"Apabila kalian mendengar adzan, sementara gelas berada di tangan, maka janganlah ia meletakkannya sampai menyelesaikan hajatnya."*

Hadits ini membatalkan Imsak sampai ke akar-akarnya.

Perhatikan juga kaidah berikut :

الأصل بقاء ما كان على ما كان    
                                                                *"Pada asalnya tetap pada keadaan sebelumnya."*

Pada asalnya malam masih ada..
Sampai jelas masuknya waktu fajar..
bila ada yang makan sahur dengan dugaan waktu sahur masih ada..
Ternyata fajar sudah masuk..
Maka puasanya sah berdasarkan kaidah itu..
Kaidah ini juga membatalkan Imsak..

Al Hafidz ibnu Hajar rahimahullah berkata..
Termasuk  bid'ah yang munkar..
Yang terjadi di zaman ini..
Mematikan lampu-lampu sebagai tanda haramnya makan dan minum..
Bagi orang yang ingin berpuasa..
Dengan alasan kehati-hatian dalam ibadah..
(Fathul Baari 4/199)

*Tampak jelas...*
*Bahwa Imsak bukan Sunnah..*

  •  Sumber Artikel :


☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
Baarakallah fiikum.  
                                         

✒ Ditulis oleh : 
Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. حفظه الله تعالى.✍ 


▪┈┈◈❂◉❖ ° ❖◉❂◈┈┈▪