Showing posts with label musibah. Show all posts
Showing posts with label musibah. Show all posts

Thursday, 6 August 2020

Ketika Cobaan Sedang Menerpa


Saudariku, kita telah diperingatkan

“Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al Anfaal: 73)

Bencana demi bencana datang silih berganti menyapa kita. Mulai dari banjir yang menerjang beberapa kota, kecelakaan transportasi darat, laut sampai udara dan beberapa musibah lain, seperti angin puting beliung, gempa dan tanah longsor, belum lagi musibah karena penyakit Demam berdarah, diare, busung lapar dsb. Astaghfirullah, hati manusia mana yang acuh melihat keadaan seperti itu?! Deraian airmata atau isak tangis entah karena kehilangan sanak saudara atau kehilangan harta benda atau karena penyakit yang sedang diderita. Dan keadaan seperti itu sangatlah berat jika dirasakan khususnya bagi wanita yang mempunyai beberapa peran, wanita sebagai ibu atau sebagai istri. Wanita yang mempunyai hati selembut kapas, penuh simpati, mudah terbawa suasana, dan mudah pula rapuh hatinya.

Siapa yang tak kenal hati wanita?! Wanita adalah sesosok manusia yang dianugerahi dengan perasaan yang halus. Selembut-lembutnya hati seorang laki-laki masih lembut hati seorang wanita yang paling tegar sekalipun. Betapa hatinya bagaikan gelas-gelas kaca, sekali pecah hancur sampai berkeping-keping. Perasaan seperti itu sangat rentan terhadap kekecewaan dan kesedihan. Biasanya wanita mengekspresikan perasaan tersebut dengan menangis, entah menangis secara sembunyi-sembunyi ataupun menangis secara berlebihan, yaitu dengan menampak-nampakkan kepada setiap orang untuk menunjukkan betapa sedihnya ia. Namun jika tangisan tersebut berlebihan hingga mengeraskan suara dan seakan-akan menunjukkan kekecewaan atas Qadha’ dan Qadhar Allah Subhanu Wata’alla ini yang tidak boleh, Allah menguji manusia dengan batas kemampuan masing-masing manusia:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqoroh: 286)

“Dari Abu Musa, Abdullah bin Qais radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berlepas diri dari wanita yang meratap ketika ditimpa musibah, mencukur rambut dan merobek-robek saku baju.”

Menangislah sewajarnya jika memang dengan menangis hati kita lebih lega, karena menangis adalah ciri seorang wanita. Menangis tidak selamanya termasuk bagian orang yang lemah dan tidak tegar, misalnya para shahabat seperti umar bin khaththab radhiyallahu’anhu pernah menangis jika mengingat keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga menempatkan waktu yang sesuai untuk menangis itu yang terbaik. Musibah silih berganti, laksana bergantinya siang dan malam, hati yang kuatlah yang diperlukan untuk menepis kesedihan-kesedihan yang melanda. Dan hati yang kuat hanya ada bersama dengan iman yang kuat, rasa pasrah terhadap segala takdir-Nya.

Saudariku, mungkin diantara kita saat ini ada yang sedang mengalami musibah tersebut, mungkin keluarga kita atau handai taulan kita. Maka jadilah orang yang kuat dan dapat menguatkan orang di sekitar kita, serahkanlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta katakanlah “Innalillahi wa inna ilahi roji’un” “sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali.” Hal tersebut akan lebih baik untuk kita lakukan, dan telah dicontohkan oleh para salaf ketika mereka ditimpa musibah.

Dan janganlah menangis berlebihan bahkan hingga disertai menyakiti diri sendiri seperti memukul-mukul pipi sendiri atau mengatakan kata-kata yang kasar yang menunjukan rasa tidak suka dan tidak sabar atas musibah dan cobaan tersebut atau malah menyalah-nyalahkan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ada yang keterlaluan sampai mengakhiri hidupnya (bunuh diri), ia meyakini dapat menyudahi kesempitan yang sedang dialaminya di dunia akan tetapi sebenarnya malah membuka kesempitan yang lain yang justru ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi setelah itu, laksana beralih dari pasir yang panas ke dalam bara api. Na’udzubillahi min dzalik. Mereka berpikir bahwa kematian dapat mengakhiri apa yang mereka tidak sukai, menghindar dari masalah, dan bersikap sebagaimana pengecut. Namun sebenarnya ia akan dihadapkan masalah yang lebih berat dan ia takkan mungkin bisa bunuh diri lagi untuk melarikan diri. Ternyata pikiran sempit mereka dapat menyulitkan mereka sendiri bahkan kesulitan yang paling sulit.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang menampari pipi, merobek-robek saku dan berseru-seru dengan seruan jahiliyyah.” (Muttafaqun ilaihi)

Saudariku disetiap perjalanan hidup kita tak lekang dari musibah dan cobaan, baik dengan kehilangan orang yang kita sayangi, kehilangan harta yang telah kita kumpulkan, atau penyakit yang telah kita derita. Sebagai mukmin yang cerdas hendaknya kita mengambil kesempatan untuk meraup pahala dari setiap kesulitan yang sedang kita hadapi. Dan hendaknya kita bisa memetik hikmah disetiap musibah dan cobaan. Wallohu a’lam bishowab.

Maraji’:
Syarah Hadist Pilihan Bukhari-Muslim (Terj)

Sunday, 24 May 2020

JIKA ANDA PRIHATIN DAN GUNDAH DENGAN CORONA


📖 *Rasulullah ﷺ bersabda :*

( ما يُصيبُ المُسلِمَ، مِن نَصَبٍ ولا وَصَبٍ، ولا هَمٍّ ولا حُزْنٍ ولا أذًى ولا غَمٍّ، حتى الشَّوْكَةِ يُشاكُها، إلا كَفَّرَ اللهُ بِها مِن خَطاياهُ ) 

*_"Tidaklah seorang Muslim di timpa kelelahan, penyakit, keprihatinan, kesedihan, gangguan dan kegundahan, hingga duri yang menusuknya, kecuali dengan itu Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya"._*

📚 ( صحيح البخاري/ ٥٦٤١ )

🎙️ *Berkata Al 'Allaamah Ibnu 'Utsaimin rahimahullaah :*

 لا يصيب الإنسان من هم ولا غم ولا أذى إلا كفر الله عنه ، حتى الشوكة إذا أصابته وحصل فيها ألم ، فإنه يكفر به عنه من سيئاته ..

*"Tidaklah seseorang di timpa keprihatinan, kegundahan dan gangguan kecuali hal itu akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya, hingga duri apabila mengenainya dan ia merasakan sakit, maka hal itu akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya.*

وإذا صبر واحتسب الأجر من الله عز وجل كان له مع تكفير السيئات زيادة في حسناته على صبره ..

*Dan apabila ia sabar dan mengharap pahala dari Allah 'Azza wa Jalla, maka di samping kesalahan-kesalahannya di hapuskan ia juga akan mendapat tambahan pahala atas kesabarannya..*

قال الله تعالى : { إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ } (الزمر : ١٠)

*Allah Ta'ala berfirman : _Sesungguh­nya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas_ (Az Zumar: 10)*

فالمصائب التي تصيب الإنسان تكفير ؛  ومع الصبر عليها واحتساب الأجر تكون مع التكفير زيادة في الحسنات .

*Musibah-musibah yang menimpa seseorang adalah penghapus kesalahan, dan jika di sertai dengan sabar dan mengharap pahala, maka musibah akan menjadi penghapus dosa dan tambahan dalam kebaikan-kebaikan".*

📚 ( #فتاوى نور على الدرب / الشريط رقم [١٦٠] )

Di terjemahkan oleh 
Abu Sufyan Al Makassary..✍️ •┈┈•┈┈•⊰•❁✦✿✦❁•⊱•┈┈•┈┈•

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

AMBILLAH PELAJARAN DARI MUSIBAH


Ambillah pelajaran dari orang lain, jangan orang lain mengambil pelajaran dari musibah yang menimpa anda.

Satu orang yang menghindari malapetaka, maka boleh jadi ribuan orang bisa selamat dari musibah.

Maka termasuk dari kebodohan seseorang yang sengaja masuk ke dalam bencana, lalu membuat banyak manusia yang binasa.

Kerusakan itu akan semakin berlipat ketika dia meyakini bahwa dia sedang melakukan perbaikan, sebab keyakinan seperti ini adalah kerusakan diatas kerusakan.

Allahul Musta'an.

#RenunganDiBalikMusibah


✍ *Ustadz Ahmad Abu Farhan Hafizhahullah.*
(Pengasuh Ponpes Darul Hijroh Pinrang)

 __°•°•°•°•°__

Wednesday, 29 April 2020

MUSIBAH ITU, BISA JADI PENGHAPUS DOSA

✿بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

 🏫🌈 Alhamdulillah ,
Di pagi yang  cerah ini.  
 Mari kita sambut dengan penuh rasa syukur atas semua ni´mat Alloh. 

🤲 Mari kita awali aktivitas pagi ini dengan membaca 
بسم الله

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima." [HR. Ibnu Majah]

 MUSIBAH ITU, BISA JADI PENGHAPUS DOSA
___
🍃 Rasulullah ﷺ bersabda :

(( إذا أرادَ اللهُ بعبدِه الخيرَ عجَّلَ لهُ العقوبةَ في الدنيا ، وإذا أرادَ بعبدِه الشرَّ أمسَكَ عنهُ بذنْبِه حتى يُوافَي به يومَ القيامةِ ))

((Jika Allah menghendaki kebaikan pada hamba-Nya, maka Dia akan mempersegera balasan baginya di dunia, dan jika Dia menghendaki kejelekan pada hamba-Nya, maka Dia akan menahan darinya dosanya tersebut hingga dipenuhkan dengannya pada hari kiamat)).
__
📚 Shahihul Jami' (308).

▪ Berkata Al 'Allamah An Najmi rahimahullah :

في هذا الحديث إخبارٌ أن العبد قد تصيبه المصائب وتتوالى عليه النكبات ، فيظن أن ذلك من كُرْه الله له ، وليس كذلك ، بل قد يكون الله محبًّا له وهو يريد أن يبتليه بالابتلاءات حتى يأتي يوم القيامة وقد تخفف من الذنوب .

»» Didalam hadits ini terdapat pemberitaan, bahwasannya seorang hamba kadang ditimpakan berbagai musibah dan berturut-turut ia merasakan berbagai penderitaan, sehingga ia menyangka bahwa itu adalah bentuk kebencian Allah terhadapnya, padahal tidaklah demikian, bahkan bisa jadi hal tersebut karena Allah cinta terhadapnya, dan Dia ingin menguji dengan berbagai musibah, hingga ia datang pada hari kiamat dalam keadaan dosanya telah ringan.
___
📚 الشرح الموجز الممهد : (253)
------------------------------------
——————————————————
✍ Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy Hafizhahullah
┅┅══✿❀🌕❀✿══┅┅


📱Silsilah Durus Linnisa' 📚

Ya Allah... mudahkanlah kami untuk senantiasa mengisi bulan romadhon dengan amal sholih serta golongkan kami menjadi orang-orang yang bertakwa Aamiin. 

Friday, 24 April 2020

MUSIBAH ITU, BISA JADI PENGHAPUS DOSA


🍃 Rasulullah ﷺ bersabda :

(( إذا أرادَ اللهُ بعبدِه الخيرَ عجَّلَ لهُ العقوبةَ في الدنيا ، وإذا أرادَ بعبدِه الشرَّ أمسَكَ عنهُ بذنْبِه حتى يُوافَي به يومَ القيامةِ ))

((Jika Allah menghendaki kebaikan pada hamba-Nya, maka Dia akan mempersegera balasan baginya di dunia, dan jika Dia menghendaki kejelekan pada hamba-Nya, maka Dia akan menahan darinya dosanya tersebut hingga dipenuhkan dengannya pada hari kiamat)).
__
📚 Shahihul Jami' (308).

▪ Berkata Al 'Allamah An Najmi rahimahullah :

في هذا الحديث إخبارٌ أن العبد قد تصيبه المصائب وتتوالى عليه النكبات ، فيظن أن ذلك من كُرْه الله له ، وليس كذلك ، بل قد يكون الله محبًّا له وهو يريد أن يبتليه بالابتلاءات حتى يأتي يوم القيامة وقد تخفف من الذنوب .

»» Didalam hadits ini terdapat pemberitaan, bahwasannya seorang hamba kadang ditimpakan berbagai musibah dan berturut-turut ia merasakan berbagai penderitaan, sehingga ia menyangka bahwa itu adalah bentuk kebencian Allah terhadapnya, padahal tidaklah demikian, bahkan bisa jadi hal tersebut karena Allah cinta terhadapnya, dan Dia ingin menguji dengan berbagai musibah, hingga ia datang pada hari kiamat dalam keadaan dosanya telah ringan.
_____
📚 الشرح الموجز الممهد : (253)
------------------------------------
——————————————————
✍ *Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy Hafizhahullah*
┅┅══✿❀🌕❀✿══┅┅


___________

______________ 
📱Silsilah Durus Linnisa' 📚

Wednesday, 15 April 2020

MUSIBAH MENGHAPUS DOSA


Akhi ukhti…

Tatkala kita mengetahui besarnya jumlah utang kita
Dan kita mengetahui pula bahwa jumlah aset kita tidak cukup untuk melunasinya
Bahkan kalau kita mempekerjakan diri kita dan keluarga kita untuk menebus hutang
Maka kita tergolong orang yang bangkrut, pailit.

sekarang coba bayangkan, dalam setiap harinya, berapa banyak dosa yang kita lakukan
Kita tidak pernah menghitungnya, kalau amal kebajikan insyaAllah dihitung…
sebagian tidak merasa berbuat dosa, karena memang ia tidak mengetahui mana yang dosa dan mana yang bukan…

🌴🌴🌴
Lepas dari semua itu, Allah, Ar Rahman Ar Rahiem…
Yang Maha mengetahui dengan segala kekurangan hambanya, telah membuat suatu sistem pelunasan dosa yang sangat indah…
Yaitu, dengan menurunkan berbagai macam musibah

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى
حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih , kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.”(HR. Bukhari no.5641 dan Muslim no. 2573)

🌴🌴🌴
Jadi yang lagi sakit, pada hakekatnya dia sedang melunasi hutang-hutangnya
Maka tiada kata yang lebih pantas diucapkan pada waktu itu kecuali bersyukur kepada Allah
Salah satu ulama’ salaf berkata:

لولا مصائب الدنيا لوردنا الآخرة مفلسين

“Andai kata bukan karena musibah-musibah dunia, niscaya kita akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bangkrut”.

🌴🌴🌴
Bagi akhi ukhti yang sedang dapat musibah…
saatnya menjadikan musibah itu sebagai ladang pelunasan dosa…
Dengan menata hati
Bersabar
Meridhoi takdir Ilahi
Bersyukur kepada Rabbi
Selamat mengamalkan

Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA,  حفظه الله تعالى

=======🌴🌴🌴🌴🌴=======