Showing posts with label makan. Show all posts
Showing posts with label makan. Show all posts

Sunday, 24 May 2020

ANJURAN MENCUCI TANGAN DALAM ISLAM


Islam adalah agama yang membawa mashlahah dan mencegah mudharat bagi manusia. Diantara bentuknya, Islam mengajarkan pola hidup bersih dan tampil indah. 

Contohnya, ada beberapa waktu yang dianjurkan untuk mencuci tangan ketika itu. Siapa yang melakukan cuci tangan dalam rangka memenuhi anjuran ini, ia mendapatkan pahala.

Berikut ini beberapa tempat yang disunnahkan untuk cuci tangan :

*1. Ketika berwudhu*

Disebutkan dalam hadits Humran bin Aban rahimahullah tentang cara wudhu Utsman bin Affan radhiallahu’anhu :

فغسل كَفَّيْهِ ثلاثَ مراتٍ

“.. kemudian beliau membasuh kedua tangannya 3 kali”

Yang di akhir hadits, Utsman bin Affan mengatakan :

رأيتُ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم توضأ نحوَ وُضوئي هذا

“Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu seperti wudhuku ini” *(HR. Bukhari no.1934, Muslim no.226).*

Mencuci kedua tangan ketika wudhu hukumnya Sunnah, tidak sampai wajib. Ibnu Qudamah dalam kitab Al Mughni mengatakan :

وليس ذلك بواجب عند غير القيام من النوم بغير خلاف نعلمه

“Tidak mencuci tangan yang wajib kecuali ketika bangun tidur, hal ini tidak ada khilaf Ulama yang kami ketahui“.

*2. Ketika bangun tidur*

Ketika bangun tidur disyariatkan untuk mencuci tangan sebelum memasukkan tangan ke dalam bejana atau melakukan aktifitas lainnya. 

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

إذا استيقظ أحدُكم من نومِهِ، فلا يَغْمِسْ يدَه في الإناءِ حتى يغسلَها ثلاثًا . فإنه لا يَدْرِي أين باتت يدُه

“Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka jangan mencelupkan tangannya ke dalam bejana sebelum ia mencucinya tiga kali. Karena ia tidak mengetahui dimana letak tangannya semalam” *(HR. Bukhari no. 162, Muslim no. 278).*

Ulama berbeda pendapat apakah larangan mencelupkan tangan ke dalam bejana (semua tempat yang menyimpan air) di dalam hadits ini apakah makruh ataukah haram. 

Ulama Hanabilah berpendapat hukumnya haram dan mencuci tangan hukumnya wajib. Namun jumhur Ulama berpendapat hukumnya makruh dan mencuci tangan hukumnya mustahab (Sunnah).

*3. Ketika sebelum makan*

Dalam hadits dari Aisyah radhiallahu’anha, beliau berkata :

كانَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللهُ علَيهِ وسلَّمَ إذا أرادَ أن ينامَ ، وَهوَ جنبٌ ، تَوضَّأَ . وإذا أرادَ أن يأْكلَ ، أو يشربَ . قالت : غسلَ يدَيهِ ، ثمَّ يأكلُ أو يشربُ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika beliau ingin tidur dalam keadaan junub, beliau berwudhu dahulu. Dan ketika beliau ingin makan atau minum beliau mencuci kedua tangannya, baru setelah itu beliau makan atau minum” *(HR. Abu Daud no.222, An Nasa’i no.257, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).*

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan :

يستحب غسل اليدين قبل الطعام وبعده, وإن كان على وضوء

“Dianjurkan mencuci tangan sebelum makan dan setelah makan, walaupun dalam keadaan punya wudhu“.

*4. Ketika setelah makan*

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata :

أكل كتفَ شاةٍ فمضمضَ وغسل يديهِ وصلَّى

“Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam memakan daging bahu kambing, kemudian beliau berkumur-kumur, mencuci kedua tangannya, baru setelah itu shalat” *(HR. Ibnu Majah no. 405, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).*

*5. Ketika tangan kotor*

Secara umum ketika ada kotoran pada tubuh kita atau pakaian kita, hendaknya berusaha membersihkannya agar tampil bersih dan bagus. 

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الجَمالَ

“Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan” *(HR. Muslim no.91).*

Terlebih jika tangan yang kotor bisa mengganggu orang lain. Dari Abu Musa radhiallahu’anhu, ia berkata :

قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Para sahabat bertanya : ‘Wahai Rasulullah, amalan Islam manakah yang paling utama?’. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Yaitu orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya”” *(HR. Bukhari no.10, Muslim no.57).*

Semoga Allah Ta’ala memberi taufik.



🖊  Ustadz Yulian Purnama
Muslimah.or.id

*Oleh : Mutiara Risalah Islam*

>>>>>>>>🌺🌺<<<<<<<<

Tuesday, 5 May 2020

BERBICARA KETIKA MAKAN


Berbicara ketika makan ternyata hal yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabatnya. 
Sehingga ini bukan adab yang tercela sebagaimana disangka oleh sebagian orang yang terpengaruh budaya orang barat. 

Bahkan berbicara ketika makan adalah adab yang mulia karena menimbulkan kebahagiaan bagi orang-orang yang makan. 

*Hal ini bisa disimak dalam beberapa hadits berikut ini :*

✤ Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu ia berkata :

أُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بِلَحْمٍ ، فَرُفِعَ إِلَيْهِ الذِّرَاعُ ، وَكَانَتْ تُعْجِبُهُ ، فَنَهَسَ مِنْهَا نَهْسَةً فَقَالَ : أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ …

_“Suatu hari Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam dihidangkan makanan berupa daging, kemudian disuguhkan daging paha untuk beliau. Dan beliau sangat menyukainya. Maka beliau pun menyantapnya. Kemudian beliau bersabda : *‘Aku adalah pemimpin manusia di hari kiamat…'”*_ 

*(HR. Bukhari no.3340, Muslim no.194).*

✤ Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu ia berkata :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْأُدُمَ ، فَقَالُوا: مَا عِنْدَنَا إِلَّا خَلٌّ . فَدَعَا بِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ بِهِ وَيَقُولُ: ( نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ ، نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ )

_“Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam meminta ‘udm (lauk; makanan pendamping makanan pokok) kepada istrinya. Maka para istrinya menjawab : kita tidak punya apa-apa selain cuka. Maka Nabi pun meminta dibawakan cuka tersebut dan makan dengan cuka itu. Kemudian beliau bersabda : *udm yang paling nikmat adalah cuka.. udm yang paling nikmat adalah cuka.. “*_

*(HR. Muslim no. 2052).*

✤ Dari Abu ‘Usaib radhiallahu’anhu, maula Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam. Hadits yang panjang, disebutkan di dalamnya :

فأكل رسولُ اللهِ – صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ – وأصحابُه، ثم دعا بماءٍ باردٍ فشرب، فقال : لتُسألُنَّ عن هذا النعيمِ يومَ القيامةِ، قال : فأخذ عمرُ العذقَ، فضرب به الأرضَ حتى تناثر البُسرُ قبلَ رسولِ اللهِ – صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ -، ثم قال : يا رسولَ اللهِ ! إنا لمسؤولونَ عن هذا يومَ القيامةِ ؟ ! قال : نعم

_“Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabatnya makan, kemudian beliau meminta dibawakan air lalu meminumnya. Beliau lalu bersabda : *sungguh nikmat ini akan ditanyakan di hari kiamat.* Kemudian Umar bin Khathab mengambil tandan kurma dan memukulkannya ke tanah hingga berjatuhanlah kurma-kurma muda di belakang Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam. Kemudian Umar bertanya : wahai Rasulullah, apakah kita akan ditanya tentang nikmat (kurma) ini di hari kiamat? Nabi menjawab : *iya…”*_ 

*(HR. As Suyuthi dalam Al Budur As Safirah [195], ashl hadits ini dalam Shahih Muslim [2038] dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu’anhu).*

Dalam hadits-hadits di atas dan juga hadits-hadits lainnya, Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam saling berbicara ketika makan. Menunjukkan hal ini diperbolehkan. Bahkan dianjurkan jika dapat mencairkan suasana dan menyenangkan orang-orang yang makan bersama. 

Al Imam An Nawawi mengatakan :

وَفِيهِ اِسْتِحْبَاب الْحَدِيث عَلَى الْأَكْل تَأْنِيسًا لِلْآكِلِينَ

“Dalam hadits ini (yaitu hadits Jabir) terdapat anjuran untuk mengobrol ketika makan untuk menyenangkan orang-orang yang makan bersama”  *(Syarah Shahih Muslim, 7/14).*

✖ Maka tidak tepat adab makan ala barat (dan orang-orang yang meniru mereka) yang melarang berbicara ketika makan.

Walaupun demikian, hendaknya tetap menjaga adab ketika berbicara ketika makan, tidak sampai melebihi batas. 
Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan :

الكلام على الطعام كالكلام على غير الطعام ؛ حسنه حسن ، وقبيحه قبيح

“Berbicara ketika makan, hukumnya seperti berbicara di luar makan. Jika pembicaraannya baik, maka baik. Jika pembicaraannya buruk, maka buruk” *(Silsilah Huda wan Nuur, 1/15).*

Wallahu a’lam.


🖊 Ustadz Yulian Purnama
Muslim.Or.Id

*Oleh : Mutiara Risalah Islam*

>>>>>>>>🌺🌺<<<<<<<<