Showing posts with label kajian islam terbaru. Show all posts
Showing posts with label kajian islam terbaru. Show all posts

Wednesday, 22 June 2022

Tafsir Surat Yasin Ayat 18 - 19


Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya.

Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com

Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube :

https://www.youtube.com/c/TopChannelOne

Play List Kajian Sunnah di Youtube :

https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ

Twitter     :  tujuanmucom

Tag / Label :

Kajian Islam, Tauhid, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, Manhaj Salaf, Tauhid,Al Qur’an, Allah di atas Arsy',Dakwah salaf

Supported By : www.tujuanmu.com

Tafsir Surat Yasin Ayat 13 - 15


Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya.

Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com

Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube :

https://www.youtube.com/c/TopChannelOne

Play List Kajian Sunnah di Youtube :

https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ

Twitter     :  tujuanmucom

Tag / Label :

Kajian Islam, Tauhid, Kajian Islam Terbaru,Update Kajian,Update sunnah, info Islam,Info Kajian Islam, Manhaj Salaf, Tauhid,Al Qur’an, Allah di atas Arsy',Dakwah salaf

Supported By : www.tujuanmu.com

Wednesday, 6 May 2020

HILANGKAN NGANTUK ANDA


Kebiasaan beliau  -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- ketika bangun dari tidur adalah mengusap bekas-bekas tidur dari wajah beliau dengan tangannya.

Imam Nawawiy dan Imam Ibnu Hajar –rahimahumallah- telah menyebutkan Sunnahnya hal tersebut yang diambil dari faidah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Abdullah bin Abbas –radhiyallahu ‘anhu- dimana beliau berkata :

اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَعَلَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ

“Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bangun dari tidur lalu dia mulai mengusap dengan tangannya (bekas) tidur dari wajahnya”.  *(Kitab Shahih Muslim 1/526, penerbit : Dar ihya atturats al ‘arabiy)*

*Faidah Sunnah Ini :*

1. Disunnahkan mengusap wajah dengan tangan setelah bangun dari tidur dalam rangka mengikuti Sunnah Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- karena perbuatan beliau adalah hujjah dan dalil sebagaimana sabda-sabda beliau.

2. Mengusap wajah setelah bangun dari tidur akan menjadikan kita bugar dan menghilangkan kemalasan, sehingga muncul kekuatan untuk beribadah.

3. Disebutkan dalam riwayat bahwa setelah beliau mengusap wajahnya dari bangun tidur, maka beliaupun membaca ayat terakhir dari surah Ali Imran. Sebagaimana di sebutkan oleh Abdullah bin Abbas –radhiyallahu ‘anhu-,

اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ ثُمَّ قَرَأَ الْعَشْر الآيَاتِ الْخَوَاتِمَ مِنْ سُورَةِ آلِ عِمْرَان

“Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bangun (di pertengahan malam), lalu beliau duduk seraya membersihkan kotoran dari wajahnya dengan tangannya, kemudian membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali ‘Imron.” *[HR. Al-Bukhari dan Muslim]*


✍ *Ustadz Bambang Abu Ubaidillah Hafizhahullah*
_______________

JANGAN AJARI ANAK TAKUT KEPADA MAKHLUK

*M A R I B A R A J A .COM*
https://wp.me/pa7ASR-Er

Oleh : _Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc_


📝 Di antara kesalahan pendidik atau orang tua ialah menanamkan perasaan kepada anak agar takut kepada manusia atau makhluk. Misalnya: ketika anak melakukan pelanggaran, sang ibu berkata, _“Awas, jika ayahmu datang, kamu akan dipukuli! Kamu akan diusir!."_ Atau ketika pendidik menjumpai anak didiknya susah diatur, dia mengancam, _"Aku akan jemur kamu di bawah terik matahari!, Aku bawa kamu ke polisi"_, atau perkataan lainnya. Kata-kata ini tentu akan membuat sedih hati anak yang belum sampai umur dan merasa ketakutan. Mungkin anak akan kabur dari rumah, enggan masuk sekolah karena tindakan orang tua atau pendidik yang keliru. 

⚠ Kita dilarang menanamkan pada anak kecil perasaan takut kepada manusia atau kepada makhluk yang membahayakan kepada pemikiran anak. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

فَلَا تَخَافُوهُمۡ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِینَ

_Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman_. (QS. Āli ‘Imrān: 175) 

🥀 Anak yang penakut tentu berbahaya bagi perkembangan fisik dan akalnya. Akan hilang sifat berani yang menunjang perkembangan pikirannya. Anak penakut lebih suka menyendiri daripada bergaul dengan ayahnya atau guru yang berwatak keras, suka mengancam dan memukul, bahkan akan menjauhi temannya, karena dia malu dicaci dan dihukum oleh orang tua dan gurunya.

🌒 Ketika anak mau keluar malam, mau ke WC, ditakut-takuti oleh ibunya _“Nanti kamu akan diambil genderuwo"_. Kata-kata ini akan direkam oleh anak, sehingga anak akan takut keluar malam kapan saja, di mana saja. 

💥 Ketika anak sering dibentak dan dimarahi oleh orang tuanya, tentu dia akan takut berkomunikasi dengan orang tuanya, bahkan orang lain. Maka waspadalah wahai orang tua. Jangan sampai memberi pendidikan yang mengakibatkan anak bertambah ketakutan kepada makhluk, tetapi tanamkan perasaan takut kepada Allah Azza wa Jalla ketika mereka melanggar dan meninggalkan perintah, sekalipun mereka belum baligh.

Tulisan ini hanyalah ringkasan...
🔍 Baca artikel selengkapnya di Web, Klik: https://wp.me/pa7ASR-Er

*Kapankah anak perlu ditanamkan perasaan takut kepada makhluk?*

🔥 Yaitu ketika anak melakukan pelanggaran yang mengakibatkan rusak badan dan pemikirannya, misalnya; mereka bermain api, pisau, benda berbahaya lainnya, ataudi tempat yang ada binatang buasnya, atau berteman dengan yang suka memukul, maka orang tua hendaknya menasihatinya dengan mengucapkan semisal, _"Awas, tanganmu terbakar nanti!, Hati-hati, kamu digigit ular nanti!, “Hati-hati, kamu dipukul oleh dia"_. Itu semua merupakan nasihat kepada anak agar menjauhi hal yang membahayakan dirinya. *Ini termasuk takut secara tabiat yang manusiawi, dan tentunya tidak tercela*. 

💬 Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh berkata, _"Takut jenis ketiga: Takut pembawaan manusia (tabiat), yaitu takut kepada musuh, binatang buas atau selain itu, maka ini tidak tercela, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ya'ala menceritakan kisah Nabi Musa Alaihissalam ketika ketakutan,_

فَخَرَجَ مِنۡهَا خَاۤىِٕفࣰا یَتَرَقَّبُۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِی مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّـٰلِمِینَ

_Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa, "Ya Rabbku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.”_ (QS. al-Qashash: 21)

*Anak wajib dilatih takut kepada Allah Azza wa Jalla*

✅ Orang tua atau pendidik hendaknya mengajari anaknya membiasakan diri takut kepada Allah, sekalipun mereka belum mampu memahaminya dengan sempurna.
Tatkala anak melanggar larangan Allah, enggan mengerjakan yang wajib, atau melanggar yang haram, hendaknya orang tua atau pendidik menanamkan kepada mereka perasaan takut akan siksaan Allah, bukan takut kepada hantu, takut kepada bapak, polisi dan yang lainnya.

🔖 Ketika anak membentak orang tua, memukul saudaranya, mengambil barang yang bukan miliknya, atau meninggalkan perintah yang wajib, enggan makan dengan tangan kanan atau pelanggaran lainnya, maka orang tua atau pendidik hendaknya tidak mengancam mereka dengan ancaman akan dipukul oleh orang tua, guru dan lainnya, tetapi nasihati mereka agar takut siksaan Allah Azza wa Jalla.

🍒 Oleh karena itu orang tua hendaknya melatih anaknya agar takut hanya kepada Allah Azza wa Jalla semenjak masih kecil, mulai dia bisa bicara dan berfikir sekalipun belum sempurna. Demikianlah seharusnya kita mendidik anak, agar anak tetap shalih dan shalihah. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua tatkala mendidik anak kita, dan semoga menjadi anak yang baik akhlaknya.

*🔰Semoga bermanfaat.*

Diterbitkan oleh : _Lajnah Dakwah Yayasan Maribaraja_



*♻Silahkan dishare.*