Monday, 27 April 2020

Tentang Tauhid

➖➖➖➖➖➖➖➖
*PELAJARAN TAUHID* 
➖➖➖➖➖➖➖➖

*Hati-hati dari membaca dan membenarkan ramalan perbintangan...zodiak* 

🎙Syaikh Sholih Alu Syaikh –hafizhahullah– mengatakan : 

*_“Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki, maka ini layaknya seperti mendatangi dukun. Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut, maka ia berarti telah kufur terhadap Al-Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”_* 
(Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid oleh Syaikh Sholih Alu Syaikh pada Bab “Maa Jaa-a fii Tanjim”, hal. 349)

_Intinya, ada dua rincian hukum dalam masalah ini._

🅰 *Pertama :* 
_Apabila cuma sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang, walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya, maka itu tetap haram. Akibat perbuatan ini, shalatnya tidak diterima selama 40 hari._

🔘Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ له صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

*_“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.”_* 
(HR. Muslim no. 2230). 

_Ini akibat dari cuma sekedar membaca._

_Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh An Nawawi :_ 

*_“Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya.”_*
(Syarh Muslim, 14: 227)

🅱 *Kedua :* 
_Apabila sampai membenarkan atau meyakini ramalan tersebut, maka dianggap telah mengkufuri Al-Qur’an yang menyatakan hanya di sisi Allah pengetahuan ilmu ghoib._

🔘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

*_“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al-Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.”_* 
(HR. Ahmad no. 9532, hasan)

_Namun jika seseorang membaca ramalan tadi untuk membantah dan membongkar kedustaannya, semacam ini termasuk yang diperintahkan bahkan dapat dinilai wajib._

📚Referensi :
_(Al Qoulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid, 1: 330)_

•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•

 ✍ *Ust. Abdurrahman Dani Abu Ahmad* _hafizhahullah_

——————————————————

________
*--- Sebarkan FAiDaH*
      *--- Niatkan IbadaH*
             *--- Raihlah JannaH*
___
📱 *Grup bAGI FAiDaH* 📚

No comments:

Post a Comment